[ad_1]
BARCELONA – Ernesto Valverde didepak dari jabatannya sebagai pelatih Barcelona pada Januari 2020 karena dinilai gagal membawa tim meraih hasil bagus. Lebih jauh lagi, taktik bermain yang diterapkan Valverde pun dikritik karena dianggap tidak sesuai dengan filosofi yang selama ini diusung Blaugrana.
Barca sejatinya dikenal sebagai tim yang memiliki penguasaan bola jauh lebih banyak dari lawannya dalam pertandingan. Akan tetapi, di era Valverde, hal itu tak terlihat ada pada Barca. Maka dari itu, Valverde pun dikritik. Sejumlah pihak menilai Barca kerap gagal meraih hasil bagus dalam pertandingan karena sudah tak memiliki penguasaan bola lagi.
Baca juga: Saran Agen untuk Inter: Jual Icardi, Pertahankan Lautaro

Valverde tentunya tak terima dijelekkan seperti itu. Ia tak memuingkiri bahwa penguasaan bola bisa membantu tim meraih kemenangan. Namun, itu hanya salah satu cara. Sementara itu, yang coba dibuat Valverde di Barca adalah membuat tim memperoleh banyak peluang, meski tak banyak menguasai bola.
“Ini tentang mencoba menjadi lebih unggul dari lawan dan mendominasi dalam permainan, yang memiliki lebih banyak peluang daripada lawan Anda dan mereka memiliki lebih sedikit dari Anda. Ada saat-saat ketika Anda memiliki penguasaan bola, namun bukan peluang, bahkan tanpa peluang,”jelas Valverde, menyadur dari Marca, Sabtu (25/4/2020).
[ad_2]

