Arsenal vs Man City, David Luiz: Kami Punya Pelatih yang Luar Biasa

[ad_1]

LONDON – Pemain bertahan Arsenal, David Luiz, mengungkapkan rasa bahagia usai timnya berhasil menembus babak final Piala FA 2019-2020. Hal itu terjadi usai The Gunners mengalahkan Manchester City di Emirates Stadium, Minggu (19/7/2020) dini hari WIB.

Arsenal sejatinya bermain di bawah tekanan Man City. Skuad besutan Josep Guardiola mendominasi bola hampir sepanjang laga berlangsung. Namun, mereka justru berhasil memimpin terlebih dahulu di babak pertama.

Setelah unggul 1-0, para pemain Arsenal kembali merapatkan barisan pertahanannya. Man City yang tertinggal mencoba untuk mengejar defisit gol secepat mungkin, tetapi tidak ada peluang berbahaya yang pasukan Josep Guardiola dapat.

Sementara di babak kedua, Arsenal justru mampu menambah keunggulan atas Man City. Aubameyang kembali menyakiti Man City dengan golnya. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan berakhir, sehingga Arsenal pun menang 2-0 atas Man City.

Baca juga: Arsenal vs Man City, Guardiola Sesalkan Penampilan The Citizens

“Itu adalah hasil yang luar biasa melawan salah satu tim terbaik di dunia. Kami bermain dengan tenang, kami memahami cara kami harus bermain dan kami mengambil peluang untuk mencetak gol,” ujar Luiz, seperti dilansir dari laman BBC Sports, Minggu (19/7/2020).

David Luiz tidak memungkiri kehadiran sosok Mikel Arteta di kursi kepelatihan tim membuat performa Arsenal saat ini jadi jauh lebih baik. Meski belum menunjukkan performa yang signifikan, Eks penggawa Chelsea itu mengaku sangat senang dengan hasl positif ini.

“Kami harus matang, untuk memahami level apa yang sedang kami proses. Kami memiliki pelatih yang luar biasa tetapi kami tidak bisa naik dari 0 menjadi 100. Kami membaik. Semangat itu hebat dan saya senang untuk tim karena mereka layak mendapatkannya,” tambahnya.

Luiz pun mengimbau kepada rekan-rekannya untuk terus menjaga performa ini hingga laga final nanti. Ia yakin jika tampil dengan bersungguh-sungguh timnya punya peluang menghadapi lawan manapun.

“Semua tim bertahan, bukan hanya baris terakhir. Semua orang harus berjuang dan bermain setiap bola 100%. Itu bagian dari proses. Kami bisa melakukan lebih banyak dalam permainan ini sehingga mungkin akan lebih mudah. Tim lain jauh di depan kami tetapi kami rendah hati sehingga ketika kami bermain kami bisa melukai lawan dan kami melakukan itu,” sambungnya.

Skuad arahan Mikel Arteta saat ini tinggal menunggu lawannya di partai puncak. Pada semifinal yang lain, Man United akan melawan Chelsea di Wembley pada Senin 20 Juli 2020 dini hari WIB. Arsenal harus siap menghadapi tim mana pun yang melawannya nanti di final demi menjadi kampiun Pilala FA.


[ad_2]