Pjanic Ratapi Kegagalan Juventus Tembus Perempatfinal Liga Champions

[ad_1]

TURIN – Rasa kecewa tengah menyelimuti seluruh pihak di Juventus lantaran gagal melanjutkan perjalanan di ajang Liga Champions 2019-2020. Hal itu pun turut dirasakan oleh sang gelandang, yakni Miralem Pjanic.

Usai laga digelar, ia mengutarakan kekecewaan atas gugurnya Juventus dari Liga Champions. Menurut Pjanic, peluang besar sejatinya dimiliki Juventus untuk menyegel tiket ke babak perempatfinal Liga Champions 2019-2020.

Juventus vs Olympique Lyon

Sebab, Juventus dinilai berhasil menunjukkan permainan apik kala menjamu Olympique Lyon dalam laga leg II babak 16 besar Liga Champions 2019-2020. Meski harus melewati awal yang sulit karena hadiah penalti yang diberikan wasit kepada Lyon, tim asuhan Maurizio Sarri memang akhirnya bisa bangkit hingga berbalik unggul menjadi 2-1.

BAC JUGA: Sejak Kedatangan Ronaldo, Juventus Sangat Bergantung pada CR7 di Liga Champions

Dua gol Juventus pada pertemuan kontra Lyon yang berlangsung di Stadion Allianz, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB itu sendiri dicetak oleh Cristiano Ronaldo. Gol pertama CR7 tercipta lewat tendangan penalti, sementara gol kedua dicetak pada menit ke-60 usai memanfaatkan umpan dari Federico Bernardeschi.

Sayangnya, meski berhasil menang di laga leg II, Juventus tetap dipastikan gagal melaju ke perempatfinal. Sebab, hasil itu membuat agregat gol menjadi imbang 2-2. Penentuan tim yang melaju ke babak perempatfinal pun dilihat lewat keunggulan secara agresivitas gol tandang.

Hasil ini tentu saja membuat Pjanic kecewa. Sebab, ia sejatinya begitu berharap bisa mengawinkan gelar juara Liga Italia yang sudah diraih pada musim ini dengan trofi Liga Champions 2019-2020.

“Penampilan leg pertama kami tidak cukup baik dan di Liga Champions hubungan ini ditentukan dalam dua leg. Kami menghadapi Lyon yang seharusnya berada dalam genggaman kami,” ujar Pjanic, sebagaimana dikutip dari laman resmi UEFA, Minggu (8/8/2020).

Juventus vs Olympique Lyon

“Ini adalah awal yang buruk dengan penalti, tetapi kami bertahan dalam permainan dan terus menekan. Benar-benar mengecewakan dan sulit untuk diterima,” lanjutnya.

“Kami tidak boleh mengurangi pencapaian memenangkan Scudetto kesembilan kami, tapi klub ini bisa dan harus membidik lebih tinggi,” tukas bek berusia 30 tahun tersebut.


[ad_2]