Inter vs Shakhtar, Conte Punya Rasa Hormat yang Besar terhadap sang Lawan

[ad_1]

DUSSELDORF – Inter Milan bakal melakoni pertandingan babak semifinal Liga Eropa 2019-2020 dengan menghadapi wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk. Pertandingan tersebut akan dilangsungkan pada Selasa 18 Agustus 2020 dini hari WIB.

Jika menilik pada hitung-hitungan di atas kertas, Inter sebenarnya diunggulkan untuk memenangkan pertandingan dan melaju ke partai final. Akan tetapi, Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, menilai bahwa Shakhtar bukanlah tim yang bisa dipandang remeh.

Menurut Conte, Shakhtar merupakan klub yang mampu melakukan manajemen prestasi dengan sangat baik. Sebab, meski sudah berganti pemain dan pelatih, Shakhtar tetap mampu tampil di level tertinggi dan unjuk gigi di pentas Eropa.

Baca juga: Bawa Sevilla Tembus Final Liga Eropa 2019-2020, Suso Lega Cetak Gol Lagi

Shakhtar Donetsk

Conte pun menyanjung kehebatan Shkahtar dalam merekrut pemain. Karena, dari masa ke masa, mereka selalu berhasil menemukan bibit-bibit potensial yang bisa menjadi pemain hebat di masa depan.

“Shakhtar adalah tim yang penuh dengan bakat dan telah menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa mereka dapat mengganti pelatih atau pemain, tetapi mereka selalu membangun kembali dan mempertahankan level yang sangat tinggi,” ujar Conte, menyadur dari Football Italia, Senin (17/8/2020).

“Saya ingat ketika saya berada di Juventus melawan Shakhtar di Liga Champions (2012-2013) dan bersama-sama kami mengalahkan Chelsea, yang merupakan juara bertahan. Pada saat itu, mereka (Shakhtar) memiliki pemain-pemain yang belum begitu terkenal, seperti Henrikh Mkhitaryan, Darijo Srna, Pyatov, dan lain-lain,” jelasnya.

“Saya angkat topi kepada mereka dan direktur mereka karena dapat terus-menerus menemukan bakat-bakat ini. Saya pikir Shakhtar bermain dengan kekuatan mereka sendiri, jadi bergantian periode tekanan dengan lebih banyak bertahan dan mencoba memukul kami melalui serangan balik. Mereka memiliki identitas yang sangat jelas,” sebut pelatih Italia tersebut.

“Luis Castro pantas mendapatkan pujian karena telah meyakinkan begitu banyak pemain berbakat untuk bekerja keras untuk tim. Tidak mudah untuk mendapatkan gelandang dan penyerang yang kreatif untuk juga bekerja sangat keras dan tetap terkonsentrasi di pertahanan, jadi itu membutuhkan kerja keras,” tandas Conte.

Inter melaju ke semifinal setelah menumbangkan Bayer Leverkusen dengan skor 2-1. Sementara itu, Shakhtar tampil impresif dengan menggilas FC Basel di perempatfinal dengan skor 4-1.

Maka dari itu, Shkahtar dinilai memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang remeh. Shakhtar dipandang memiliki lini serang dan penyelesaian akhir yang sangat berbahaya dan dapat merepotkan Nerazzurri.


[ad_2]